Ayah, Anak dan Keledai



keledai

Ada seorang ayah dan anak. Sang ayah mengatakan kepada anaknya, bahwa apapun yang dilakukan di dunia ini belum tentu benar. Sang ayah mengatakan akan membuktikannya besok.

Keesokan harinya, diambillah seekor keledai miliknya. Sang ayah menyuruh anaknya naik ke atas keledai itu dan menariknya melewati pasar. Orang-orang di pasar mengatakan : "Anak tidak tahu diri. Orang tua sudah setua itu menarik keledai, dan dia enak-enakan menunggang keledai".
Sesampainya di rumah, sang ayah mengatakan : "Kamu sudah dengar khan bagaimana perkataan orang-orang. Besok kita coba lagi, tetapi kamu yang menarik keledainya dan ayah yang menunggang keledai".

Ketika melewati pasar esok harinya, orang-orang di pasar mengatakan : "Memang orang tua tidak tahu diri. Anak sekecil itu disuruh menarik keledai, sedangkan ayahnya duduj enak di atas keledai".
Sampai di rumah, sang ayah mengatakan : "Kita sudah dengar perkataan orang hari ini, besok kita coba lagi, tetapi kali ini kita berdua akan menunggang keledai ini bersama-sama".

Seperti yang sudah direncanakan, mereka melewati pasar. Orang-orang di pasar mengatakan : "Memang sepasang ayah dan anak yang tidak tahu diri. Makhluk selemah keledai dinaiki bersama-sama".
Setibanya dirumah, sang ayah merencanakan :"Besok kita coba lagi, kali ini keledai akan kita pikul bersama-sama."

Saat melewati pasar, orang-orang di pasar mengatakan :"Dasar orang bodoh. Bukannya menggunakan keledai sebagai alat transportasi, tetapi malah dipikul".

Moral:
Walaupun kita melakukan apa yang benar, tetapi belum tentu benar di pandangan orang.
Topik: 
Cerita | Tentang CeritaPop.com | Disclaimer | Hubungi Kami

©2011 CeritaLucu, Cinta, Romantis, Motivasi
Network: Kumpulan Info | Album Pengantin