perkawinan



Rinto, Rinto adalah seorang yang sederhana, Rini mencintai sifatnya yang alami dan Rini menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan Rini. Rini yakin bahwa Rinto adalah sosok suami yang dia selama idam-idamkan.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, Rini mulai merasa lelah. Alasan-alasannya mencintai Rinto seperti dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Rini seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Rini merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kwek! Kwek!"

"Dengar!" kata si istri, "Itu pasti suara ayam."

"Bukan, Sayangku. Itu suara bebek," kata si suami.

"Tidak, aku yakin itu suara ayam," si istri bersikeras.

"Mustahil! Suara ayam itu 'Kukuruyuuuk!', bebek itu 'Kwek! Kwek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

Seorang pria dan kekasihnya menikah. Acaranya pernikahan mereka sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dan cantik dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Seorang narapidana kasus perampokan bersenjata yang disertai pembunuhan berhasil melarikan diri dari penjara setelah 10 tahun di penjara. Dia berhasil mendapat sebuah senjata api dan masuk ke rumah sepasang suami istri.

Saat itu malam hari, dan suami istri ini hendak tidur di tempat tidur mereka. Sambil menodongkan senjata, penjahat ini meminta sang suami ke kursi dan mengikatnya dengan kuat.

Kemudian penjahat ini menuju ke sang istri, lalu berada di atasnya dan mencium lehernya. Lalu penjahat ini segera pergi ke kamar mandi.

Bejo baru saja nikah, dengan badan lesu berada di pos hansip seperti orang bingung. kemudian Bedul datang.

"Bejo, kamu itu baru menikah, malah tidak semangat. Memang ada apa Jo?", kata Bedul.

"Iya Dul, aku mikirin istri aku", kata Bejo.

"Kenapa istri kamu? Aku lihat istri kamu sehat-sehat gitu kok.", kata Bedul.

Begitu menikah, Bejo baru tahu bahwa ibu mertuanya sangat sayang pada putrinya yang bernama Wati. Sikap mertuanya yang begitu melindungi putrinya yaitu istri Bejo, kadang-kadang membuat Bejo terganggu. Setiap ada kesempatan, ibu mertuanya akan berkata atau berbisik, "Kalau kamu menyakiti hati putriku, aku akan bangkit dari kubur dan menghantui kamu."

Setahun kemudian ibu mertuanya sakit. Sebelum meninggal, dia pun memanggil Bejo dan berbisik ke telinganya, "Kamu harus membuat putriku bahagia, kalau tidak aku akan bangkit dari kubur dan menghantuimu seumur hidupmu."

Bejo sedang sakit parah dan hanya berbaring di tempat tidur rumah sakit. Menurut dokter, dia hanya tinggal menunggu waktu kematian menjemput karena penyakitnya tidak bisa diobati. Fungsi tubuhnya sudah rusak.

Dia hanya ditemani istri tercintanya yaitu Wati. Wati terus berada di sampingnya. Sambil menangis, Wati memegang tangan Bejo yang semakin lemah.

Dengan sekuat tenanga, Bejo memandang isterinya dan berupaya mulai berbisik secara perlahan.

"Wati, isteriku, aku mau mengatakan sesuatu." ia berbisik pelan.

Subscribe to RSS - perkawinan
Cerita | Tentang CeritaPop.com | Disclaimer | Hubungi Kami

©2011 CeritaLucu, Cinta, Romantis, Motivasi
Network: Kumpulan Info | Album Pengantin